"Bangli Buduh" dan Kebanggaan Punya RSJ

image

Oleh: Komang Suarsana

 

SEMPAT kencang di tahun-tahun sebelum era 1990-an, sebutan anak Bangli anak buduh-buduh (orang Bangli orang-orang gila), sejak kepemimpinan Bupati IBGA Ladip mulai meredup. Dalam kepemimpinan sang bupati yang meninggal setelah beberapa lama menjadi seorang pendeta itu, kebanggaan orang Bangli akan daerahnya dibangun. “Bukan orang Bangli yang buduh, Bangli malah yang menyembuhkan anak buduh-buduh,” tegasnya.

 

 

Saat ini boleh dibilang, nyaris tak ada lagi yang menyebut orang Bangli buduh-buduh . Eksistensi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang ada di bumi sejuk ini, malah makin diakui dan dibanggakan.

           

RSJ Bangli dibangun 1933, diprakarsai oleh dr. K. Loedin, seorang pejabat Pemerintah Kolonial Belanda. Namanya waktu adalah Verpleegtehuis voor krankzinnegen op Bangli atau Rumah Perawatan Orang Sakit Jiwa di Bangli. Pada tahun 1952, tepatnya 1 Juli 1952, rumah sakit ini dioperasionalkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan

 

Berselang 26 tahun kemudian, tepatnya tahun 1978, terbit SK Menkes No. 135/Menkes/SK/IV/78 tentang penetapan RSJ Bangli sebagai RS Jiwa kelas A. Seiring perubahan dalam struktur pemerintahan dan otonomi daerah, pada tahuh 1992/1993, RSJ Bangli berganti nama menjadi RSJ Pusat Bangli yang kemudian menyesuaikan dengan amanat UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, terbitlah Kep Men No. 1732/Menkes-Kessos/XII/2000.

 

Perda Propinsi Bali No. 3 Tahun 2002 menyatakan RSJP Bangli menjadi Satuan Kerja Pemerintah daerah (SKPD) Propinsi Bali.

Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali adalah satu-satunya rumah sakit di Propinsi Bali yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Walaupun prioritas pelayanan Rumah Sakit Jiwa adalah pasien dengan gangguan jiwa, tetapi juga dilengkapi pelayanan pendukung lain seperti Rehabilitasi Narkoba, Rehabilitasi Mental, Fisioterapi, Laboratorium dll. Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali adalah rumah sakit milik pemerintah Propinsi Bali yang terletak di kabupaten Bangli.

Sebagai langkah awal komitmen Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali memberikan pelayanan kesehatan jiwa komprehensif yang terbaik dan profesional, saat ini Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali telah lulus Akreditasi 12 Pelayanan, dan Telah bersertifikat ISO 9001-2000, yang setiap tahun selalu dilakukan audit eksternal.

Selain itu untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat,  pada tahun 2012 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali akan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

 

Sesuai visinya, RSJ Propinsi Bali menjadi “PILIHAN UTAMA” masyarakat di bidang elayanan kesehatan jiwa, menuju Bali Mandara. Misinya adalah mengubah paradigma dari hanya pelayanan untuk orang sakit menjadi Pelayanan Kesehatan Jiwa yang LUAS . Juga, mengembangkan pelayanan Kesehatan Jiwa yang KOMPREHENSIF dan TERJANGKAU oleh masyarakat. Serta mengupayakan pelayanan PROFESIONAL yang berorientasi kepada kepuasan konsumen.

Jenis Pelayanan

  • Instalasi Rawat Darurat Gangguan Jiwa 24 Jam
  • Poliklinik Jiwa, melayani umum untuk segala keluhan yang berhubungan dengan gangguan jiwa.
  • Poliklinik gigi, melayani umum untuk segala keluhan yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut.
  • Poliklinik Fisioterapi, melayani umum untuk segala keluhan yang berhubungan dengan keluhan fisik.
  • Poliklinik Psikometri (Psikolog), konsultasi anak.
  • Pelayanan Rawat Inap yang dilengkapi dengan 12 bangsal (340 tt)
  • Pelayanan Rehabilitasi Narkoba yang dilengkapi 19 tt perawatan NAPZA

Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali melayani pasien dengan kategori :

  • Pasien Umum
  • Pasien Askes PNS
  • Pasien Jamsostek
  • Pasien JKBM

Dalam sentuhan Pemerintah Propinsi Bali, RSJP Bangli terus dipoles dan ditata. Sebagai warga Bangli, penulis sangat bangga dengan keberadaan rumah sakitn jiwa ini. Paling tidak, bisa menampik kesan bahwa “anak Bangli buduh-buduh” seperti di era 1980-an itu.

Tapi, dengan catatan, kebanggaan itu tidak justru membuat masyarakat Bangli berlaku seenaknya terhadap keberadaan RSJP. Warga mestinya ikut merawat dan memelihara iklim  RSJP agar tetap bisa menyembuhkan orang sakit jiwa. Bahwa Bangli harus tetap sejuk, tenang, religius, damai, hening, ramah, santun, dan tertib.

Kalaupun di depan RSJP kini menjamur warung-warung dan tempat usaha, hendaknya ada saling pengertian agar tak muncul kekumuhan dan kekotoran yang akan mencemari iklim yang membantu orang sembuh dari gangguan jiwa. Jangan sampai mereka dari buduh jadi tambah buduh ! Dan, akhirnya Bangli pun akan ditinggalkan untuk menjadi lokasi penyembuhan. (*)

 

Mon, 14 Oct 2013 @23:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Biografi
image

Drh.Komang Suarsana, MMA.

081353114888


Jl.Patih Nambi Gg XII No.5, Ubung Kaja, Denpasar, Bali Indonesia
Copyright © 2022 Komang Suarsana · All Rights Reserved