Petani jangan hanya Jadi Korban Pemilukada

image

BANGLI, Nusabali

 

Perhelatan pilkada yang rencananya digelar Mei 2010 mendatang di lima kabupaten/kota termasuk Bangli, jangan hanya menjadikan para petani sebagai korban politik karena dieksploitasi dan dimobilisir untuk memenangkan calon tertentu. Setelah pilkada usai, nasib mereka kembali memprihatinkan.

Petani berada pada posisi yang menentukan, karena jumlah mereka yang besar. “Seharusnya para calon kepala daerah lebih menawarkan program nyata bagi kesejahteraan petani ketimbang hanya membuai dengan sentimen kewilayahan atau kekuatan politik tertentu,” ujar Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Bangli, Drh.Komang Suarsana, MMA, kemarin.

Suarsana menilai, dalam beberapa perhelatan politik, para kandidat selalu menjadikan para petani sebagai tambang suara. Petani dieksploitasi, dimobilisir, bahkan dibuai dengan politik uang untuk menentukan pilihannya.

Hal itu wajar, namun, menurut Suarsana, setelah proses politik usai, para kandidat jangan lari dari tanggung jawab. Petani harus tetap dilindungi agar persoalan-persoalan elementer mereka tertanggulangi. Bahkan harus ditindaklanjuti dengan program-program nyata.

“Dalam realita politik, petani merupakan the real power . Jangan lukai hati petani hanya karena harus jabatan dan kekuasaan,” kata tokoh Bangli yang namanya melambung di polling bursa Cawabup Bangli versi Nusabali itu.

Namun, menurut Suarsana, saat ini terjadi perubahan struktur dalam ekonomi politik Bangli, yang dapat membuat kemungkinan terjadinya perubahan arus politik para petani ke arah kekuatan yang bisa memberi mereka perubahan nasib menjadi lebih baik. ”Mereka ingin program-program yang langsung menyentuh sasaran, tidak difilter oleh kepentingan pemegang otoritas,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Kontak Tani dan Nelayan Andalan KTNA) Bangli, I Nyoman Sutresna. Menurutnya, kalangan petani sudah cerdas untuk memilih pemimpin daerah ke depan. ”Kecendrungannya, mereka lebih melihat program, ketimbang iming-iming dan pemaksaan-pemaksaan, termasuk oleh pejabat pemerintah,” ujar tokoh petani yang juga sempat memimpin sebuah parpol gurem itu.

Lain lain pernyataan seorang petani dari Desa Bantang, Kintamani, I Wayan Saharijeng. Dirinya mengaku akan lebih memilih figur Bangli ke depan berdasarkan kualitas figur daripada fanatik kewilayahan. ”Sederhananya, siapa yang menjanjikan perbaikan nasib petani, itu saya pilih,” kesannya.

Tak jauh beda dengan pandangan I Wayan Surata, seorang tokoh kelompok tani di Desa Gunung Bau, Kintamani. Menurutnya, kondisi pertanian Bangli yang memprihatinkan saat ini membutuhkan penanganan oleh figur pemimpin yang punya wawasan dan pemahaman yang memadai tentang pertanian. *pam

Sat, 19 Oct 2013 @18:52

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Biografi
image

Drh.Komang Suarsana, MMA.

081353114888


Jl.Patih Nambi Gg XII No.5, Ubung Kaja, Denpasar, Bali Indonesia
Copyright © 2022 Komang Suarsana · All Rights Reserved