Relokasi Pasar Bangli

image

Relokasi Pasar Bangli

 

RENCANA Pemkab Bangli  untuk segera merealisasikan renovasi Pasar Kidul yang terbakar dua tahun silam,  direspons positif masyarakat. Pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Bangli menyebutkan, kelanjutan pembangunan Pasar Kidul telah dianggarkan Rp 11 miliar lebih.  Targetnya, tahun 2015, proyek sudah bisa digunakan lagi oleh pedagang.

Ketua Dewan Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bangli, Drh.Komang Suarsana, MMA. mengapresiasi perkembangan tersebut. “Pemkab memang seharusnya lebih cepat bertindak,” ujarnya.

Suarsana yang mengaku masa kecilnya banyak di pasar itu menilai, selain renovasi atas bangunan pasar yang terbakar, sudah saatnya Pemkab Bangli mengambil terobosan merelokasi pasar ke lahan yang baru.

Kondisi Pasar Kidul di jantung Kota Bangli saat ini, kata Suarsana,  sudah sangat krodit. Apalagi pasar itu menjadi pusat jual-beli segala jenis komoditi. “Relokasi adalah pemindahan suatu tempat menuju tempat yang baru yang lebih baik, sehingga bisa ditata pedagangnya maupun jenis komoditinya,” saran mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali itu.

Relokasi tidak memindahkan seluruh aktivitasnya. Pasar Kidul tetap dilestarikan karena memiliki nilai historis dan sosio-religius. Bisa saja jual-beli komoditi tertentu – kain, souvenir, produk seni, kerajinan khas Bangli, barang elektronik, dan sebagainya – yang relatif “bersih” dibiarkan di situ. Pasar Kidul nantinya bisa jadi objek kunjungan orang luar yang mencari souvenir khas Bangli.

Sedangkan pasar sembako, produk pertanian, hewan, dan hal-hal terkait yang seringkali memunculkan kesan “kumuh” dicarikan lokasi lain. “Bisa saja dengan membangun pasar induk yang luas, sehingga konsumen juga nyaman,” saran Suarsana.

Diakui, memang, relokasi pasti menimbulkan dampak jangka pendek. Termasuk kesulitan Pemkab mencari lahan. Namun, kalau tidak dilakukan sekarang, ke depan kondisi akan makin sulit diatasi. Suarsana melihat, sejumlah lahan potensial dimanfaatkan di tengah kota Bangli.

Dampak lainnya kemungkinan infrastruktur dan sarana pendukung seperti transportasi, penghasilan pedagang yang belum stabil, bahkan masih merugi.  

Pemkab perlu memotivasi pedagang dalam pelaksanaan relokasi sehingga berjalan damai antara lain dengan negosiasi dan pendekatan yang kekeluargaan, pedagang pasti  tertib dan taat hukum dan peraturan pemerintah, asalkan  diberi fasilitas atau tempat baru yang lebih baik dan nyaman. (*)

Tue, 4 Nov 2014 @06:13

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Biografi
image

Drh.Komang Suarsana, MMA.

081353114888


Jl.Patih Nambi Gg XII No.5, Ubung Kaja, Denpasar, Bali Indonesia
Copyright © 2022 Komang Suarsana · All Rights Reserved